Senin, 16 Maret 2026

MENELISIK SEJARAH TURUNNYA AL-QUR'AN

 

MENELISIK SEJARAH TURUNNYA AL-QUR'AN

DR. H. Hasan Basri, MA

 

Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci, tetapi wahyu ilahi yang memiliki sejarah panjang dan penuh makna dalam proses turunnya. Menelisik sejarah turunnya al-Qur’an membantu kita memahami bagaimana Islam hadir secara bertahap, membimbing umat manusia dengan hikmah dan kebijaksanaan.

 

1. Turun pada Bulan Ramadhan

Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan. Allah berfirman:

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…” (QS. Al-Qur'an, al-Baqarah [2]: 185)

Ayat ini menegaskan kemuliaan Ramadhan sebagai momentum awal turunnya wahyu. Para ulama menjelaskan bahwa al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan dari Lauḥ al-Maḥfūẓ ke langit dunia (Bayt al-‘Izzah), lalu diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad .

 

2. Wahyu Pertama di Gua Hira’

Peristiwa monumental turunnya wahyu pertama terjadi ketika Nabi Muhammad sedang bertahannuts di Gua Hira, di Jabal Nur, Makkah. Malaikat Jibril datang membawa lima ayat pertama surah al-‘Alaq:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan…” (QS. Al-Qur'an, al-‘Alaq [96]: 1–5)

Kisah ini diriwayatkan secara panjang dalam hadis sahih oleh Aisyah dan tercantum dalam Sahih al-Bukhari, yang menjelaskan bagaimana Nabi merasa gemetar dan kembali kepada Khadijah seraya berkata, “Zammiluni, zammiluni (Selimuti aku).”

 

3. Turun Secara Bertahap (Tadarruj)

Al-Qur’an tidak turun sekaligus kepada Nabi Muhammad , melainkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun: 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah.

 

Allah berfirman:

“Dan al-Qur’an itu Kami turunkan secara berangsur-angsur agar engkau membacakannya perlahan-lahan kepada manusia…” (QS. Al-Qur'an, al-Isra’ [17]: 106)

Hikmah dari turunnya secara bertahap antara lain:

a.    Menguatkan hati Nabi dan para sahabat

b.    Menjawab persoalan yang muncul secara kontekstual

c.     Mendidik umat secara gradual

 

4. Malam Lailatul Qadar

Al-Qur’an juga dikaitkan dengan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar:

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam Lailatul Qadar.” (QS. Al-Qur'an, al-Qadr [97]: 1)

Malam ini menjadi simbol bahwa wahyu hadir sebagai cahaya yang menerangi kegelapan peradaban.

 

Penutup

Menelisik sejarah turunnya al-Qur’an bukan sekadar mengenang peristiwa masa lalu, tetapi menyadari bahwa wahyu hadir secara kontekstual, penuh hikmah, dan relevan sepanjang zaman. Ia turun di bulan Ramadhan, dimulai dengan perintah membaca, dan hadir secara bertahap untuk membentuk peradaban.

Karena itu, memahami sejarah turunnya al-Qur’an akan menumbuhkan rasa hormat, kedekatan, dan tanggung jawab kita untuk terus membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.🕋

Tidak ada komentar:

Posting Komentar