Kamis, 09 Oktober 2014

TUGAS INDIVIDUAL MHSW S2 UIN AR-RANIRY



PROGRAM PASCASARJANA UIN AR-RANIRY
TAHUN AKADEMIK 2014/2015
______________________________________________________

TUGAS INDIVIDUAL
MAHASISWA S2 UIN AR-RANIRY
SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2014/2015
MATA KULIAH: KHAZANAH PEMIKIRAN DALAM ISLAM
HARI: RABU
UNIT: II
RUANG: A 05
DOSEN: DR. H. HASAN BASRI, MA
_________________________________________________________________________

A. Orientasi
1. Mata Kuliah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang perkembangan pemikiran dalam Islam.
2. Perkuliahan selama satu (1) semester, maksimal enam belas (16) kali pertemuan. Mahasiswa yang dibenarkan mengikuti ujian, harus mengikuti kuliah minimal 75 % (12 X). Perkuliahan terdiri dari tatap muka, resitasi (pemberian tugas), paper dan ujian akhir.
3. Penilaian didasarkan antara lain pada kehadiran, keaktifan diskusi dalam kelas, kedisiplinan dalam menyelasaikan tugas dan kejujuran akademik.

B.    Prosedur dan Sistematika Penulisan

  1. Setiap mahasiswa/pemakalah menyusun makalah sesuai dengan judul yang telah ditetapkan.
  2. Makalah ditulis dengan standard atau kaidah penulisan ilmiah, mencantumkan catatan kaki (footnote) pada setiap kutipan dan daftar rujukan/referensi pada bagian akhir (halaman tersendiri).
  3. Makalah diketik dengan jarak 1,5 spasi; menggunakan fon Times New Roman ukuran 12, dengan kertas A4.
  4. Ketebalan makalah minimal 5 (lima)  halaman isi, dan wajib merujuk sekurang-kurangnya 5 (lima) buku/referensi. Selain referensi wajib, boleh merujuk ke situs internet sebagai data atau informasi tambahan dengan catatan harus diedit ulang bahasa, ejaan dan cetakannya (sesuai dengan bahasa Indonesia yang benar) serta menyebut atau mencantumkan sumber aksesnya. Setiap kata asing dicetak/diketik miring (italic).
  5. Makalah tersebut disajikan dalam seminar/diskusi kelas sesuai dengan jadwal masing-masing.
  6. Untuk kesempurnaan makalah, setiap mahasiswa diberikan waktu satu minggu untuk memperbaiki/merevisi makalah yang sudah dipresentasikan di kelas, sesuai dengan saran, kritikan dan masukan pendapat dalam diskusi, kemudian dikirim soft-data makalah revisi ke e-mail: hasbaria.qudwah@gmail.com
  7. Mahasiswa yang tidak menyerahkan makalah revisi tersebut tidak mendapat nilai dan dinyatakan gagal melaksanakan tugas (tidak mendapat nilai dalam kategori tugas 25% dari 100).

C.    Pemakalah, Judul, dan Tanggal Tampil

No.
Urt
N A M A PEMAKALAH
JUDUL MAKALAH
TANGGAL TAMPIL
KET
1

KHAWARIJ: SEJARAH MUNCUL , PEMIKIRAN, DAN PENGARUHNYA
08-10-2014

2

SYI’AH: SEJARAH KELAHIRAN, PEMIKIRAN, DAN PENGARUHNYA
15-10-2014

3

QADARIYAH:  SEJARAH MUNCUL, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA
22-10-2014

4

JABARIYAH:  SEJARAH MUNCUL, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA
29-10-2014

5

MURJI`AH: SEJARAH TIMBUL, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA
05-11-2014

6

MU’TAZILAH: SEJARAH KELAHIRAN, PEMIKIRAN, DAN PENGARUHNYA
12-11-2014

7

AHL AL-SUNNAH WA AL- JAMA’AH: SEJARAH, PEMIKIRAN, DAN PENGARUHNYA
19-11-2014

8

IKHWAN AL-SHAFA: SEJARAH KELAHIRAN, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA
26-11-2014

9

WAHABISME: SEJARAH TIMBUL, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA
03-12-2014

10

AL-IKHWAN AL-MUSLIMUN: SEJARAH MUNCUL, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA
10-12-2014

11

HIZB AL-TAHRIR: SEJARAH TIMBUL, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA
17-12-2014

12

JAM’IYYAT AL-KHAIR: SEJARAH MUNCUL, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA
24-12-2014

13

MUHAMMADIYAH: SEJARAH KELAHIRAN, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA
31-12-2014

14

JAMA’AH TABLIGH: SEJARAH MUNCUL, PEMIKIRAN, DAN PENGARUHNYA
07-01-2015

15

NAHDHATUL ULAMA (NU): SEJARAH MUNCUL, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA
14-01-201


Catatan:
1.      Kuliah aktif: 13 September  2014 s.d. 30 Januari 2015
2.      Jadwal ini sewaktu-waktu bisa berubah ... !

KONSTELASI PENDIDIKAN ISLAM

Hasan Basri

KONSTELASI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM
DALAM PERSPEKTIF AL-FARUQI



SINOPSIS


PENDIDIKAN ISLAM di dunia Muslim saat ini berjalan tanpa konsep yang jelas. Hal ini dapat dilihat dari kurikulum yang diterapkan di sekolah-sekolah agama yang cenderung dipengaruhi oleh kebijakan politik penguasa atau pemerintah setempat. Sementara nilai-nilai agama yang bersifat universal cenderung terabaikan. Melalui tulisan-tulisannya, Isma’il Raji al-Faruqi, “Sang Pendobrak” mengemukakan banyak gagasan signifikan mengenai pendidikan Islam.

Buku ini mengungkapkan konstelasi pemikiran pendidikan Islam menurut al-Faruqi yang meliputi definisi pendidikan Islam, dasar dan tujuan pendidikan Islam, prinsip-prinsip pendidikan Islam, kurikulum pendidikan Islam, dan refleksi pemikirannya dalam pengembangan sistem pembelajaran di dunia Islam masa kini. Menurut al-Faruqi, pendidikan yang sedang berjalan di dunia Muslim saat ini adalah sistem pendidikan sekular yang ditanamkan oleh rezim kolonial dengan mengatasnamakan modernisme dan kemajuan. Setelah merdeka, lembaga-lembaga pendidikan yang berada di bawah pengawasan pemerintah lebih committed kepada tujuan-tujuan sekular. Kurikulum sekular direvisi secara konstan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat; sementara pendidikan agama dibiarkan tidak berubah ke arah yang lebih baik. Sistem madrasah dan kurikulumnya, misalnya, dibiarkan statis dan menjadi tidak relevan dengan persoalan-persoalan modern. Dalam waktu yang sama, sejumlah besar dana digunakan pemerintah untuk membenahi kurikulum, bangunan, dan perpustakaan sistem pendidikan sekular. Untuk mengatasi kesenjangan ini, al-Faruqi mengemukakan gagasan Islamisasi Pendidikan dengan langkah-langkah: menyatukan pendidikan sekular dan agama, menanamkan visi Islam, islamisasi kurikulum, dan islamisasi sain sosial dan ilmu pengetahuan alam. Pemikiran al-Faruqi tentang pendidikan Islam sekurang-kurangnya dapat dijadikan referensi dalam menyusun kurikulum dan menciptakan sistem baru pendidikan Islam.





Selasa, 19 Agustus 2014

SOAL UJIAN FINAL: PROGRAM S2 STAIN ZAWIYAH COT KALA



Take Home Exam:

PROGRAM PASCASARJANA UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) GENAP TAHUN AKADEMIK 2013/2014
PROGRAM S2 STAIN ZAWIYAH COT KALA LANGSA

MATA KULIAH                    : PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ISLAM DI INDONESIA
UNIT                                       : 1 dan 2
JURUSAN                              : PENDIDIKAN ISLAM DAN ILMU DAKWAH
DOSEN                                   : DR. H. HASAN BASRI, MA
HARI/TANGGAL                  : RABU/ 20 AGUSTUS 2014



A.       Petunjuk Mengerjakan Soal

  1. Tulislah Nama, Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan Unit Anda di kertas jawaban masing-masing.
  2. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan jelas dan kerjakan soal yang dianggap paling mudah terlebih dahulu.
  3. Setiap soal didahului oleh pernyataan sebagai pengantar; dan setiap pernyataan terdiri dari dua butir soal yang harus dijawab. Baca setiap butir soal secara teliti!
  4. Utamakan kemampuan Anda sendiri tanpa terpengaruh oleh bisikan teman-teman lain (ingat: self-confidence is key of success) dan hindari Copy-Paste.
  5. Gunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan baca soal dengan cermat.
  6. Jawaban diketik dengan menggunakan fon Times New Roman ukuran 12, dan jarak 1,5 spasi.  
  7. Soal-soal yang sudah dijawab dapat dikirim dalam bentuk Soft-Data ke E-Mail: hasbaria.qudwah@gmail.com selambat-lambatnya hari AHAD tanggal 31 AGUSTUS 2014 PUKUL 00:00 WIB.
  8. Jika ada soal atau pertanyaan yang kurang jelas, dapat ditanyakan langsung kepada dosen yang bersangkutan. Selamat menunaikan tugas! Good luck ... !


B.       Soal-Soal:

1.    Secara historis, cikal bakal pemikiran Islam di Indonesia sudah dimulai sejak abad ke-13 Miladiyah, yaitu pada masa Sultan Malikush Shalih di Samudra Pase (1270-1297). Kemudian, perkembangan pemikiran Islam terus berlanjut pada abad-abad berikutnya dan puncaknya terjadi pada paroh kedua abad ke-16 Miladiyah yang diawali dengan munculnya tokoh-tokoh ulama pemikir dari Aceh antara lain Hamzah Fansuri dan Syamsuddin as-Sumatrani; kemudian disusul oleh para tokoh lain di Nusantara. Perkembangan pemikiran Islam terus berlangsung hingga abad kini; bahkan abad-abad selanjutnya dengan tokoh yang berbeda dengan corak pemikiran yang berbeda pula.

Soal:
a.    Tulislah judul makalah Anda masing-masing dan jelaskan juga latar belakang pemikiran tokoh pemikir tersebut, yang meliputi:
1)      Biografi sosial-intelektualnya.
2)      Karya-karyanya.
3)  Peran sosial-keagamaan [politik, pendidikan, dan dakwah, jika ada, karena setiap tokoh mempunyai peran yang berbeda] dan pengaruhnya dalam masyarakat.

b.    Sebutkan dan jelaskan pokok-pokok pemikirannya serta tentukan corak pemikiran tokoh tersebut (baca: materi kuliah tentang Peta Pemikiran Islam di Indonesia).

2.   Pada abad ke-17 muncul tokoh ulama pemikir dari India, Nuruddin ar-Raniri yang berdomisili di Aceh dan Abdurra`uf as-Singkili. Pada masa Nuruddin Ar-Raniri terjadi polemik yang hebat tentang paham tasawuf Wahdatul Wujud (Wujudiyah) yang pernah diajarkan oleh Hamzah Fansuri sebelumnya dan kemudian dikembangkan oleh muridnya, Syamsuddin as-Sumatrani.  Polemik tersebut berujung pada pertikaian para pengikut kedua tokoh itu yang menyebabkan upaya pemusnahan sebagian besar karya-karya Hamzah Fansuri di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Soal:
a.    Jelaskan latar belakang dan faktor penyebab terjadinya polemik antara paham tasawuf Hamzah Fansuri dan Nuruddin ar-Raniri.
b.   Jelaskan pula perbedaan konsep tasawuf Hamzah Fansuri dan konsep tasawuf yang diajarkan oleh Nuruddin ar-Raniri.

3.   Selanjutnya, pada abad-abad ke-18 dan 19 lahir pula tokoh ulama pemikir di Kalimantan (Muhammad Arsyad al-Banjari), Banten (Nawawi al-Bantani), dan Palembang (Abdushshamad al-Falimbani). Para tokoh ulama ini juga mempunyai kontribusi penting dalam khazanah pemikiran Islam di Indonesia sesuai dengan keahlian masing-masing.  

Soal:
a.    Sebutkan satu tokoh ulama yang berasal dari salah satu daerah tersebut dan kemukakan pula riwayat ringkas hidupnya beserta karya-karya tulisnya.
b.    Jelaskan pokok-pokok pemikirannya yang mencakup bidang-bidang: fiqh, tasawuf, dan pendidikan.

4.    Awal abad ke-20, di Indonesia lahir dua tokoh ulama pemikir penting: K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy’ari. Hasil pemikiran Ahmad Dahlan lahir sebuah organisasi besar yang terkenal dengan nama Muhammadiyah; sementara Hasyim Asy’ari mendirikan organisasi Nahdhatul Ulama (NU). Kedua tokoh ini memiliki corak pemikiran berbeda yang mewarnai pemikiran Islam di Indonesia.

Soal:
a.  Deskripsikan profil kedua tokoh ulama pemikir tersebut beserta pengaruh keduanya terhadap paham keagamaan di Indonesia.
b.   Jelaskan perbedaan antara pemikiran keislaman Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama (NU) serta tentukan corak pemikiran keduanya menurut perspektif peta pemikiran Islam di Indonesia. .

Wiseword:
“LIFE WILL BE MORE MEANINGFUL WHEN WHAT WE THINK WE DO SINCERELY.”
                                             From Heart to Heart