Jumat, 27 Maret 2026

SIGNIFIKANSI SILATURRAHMI DI ERA MODERN

 

SIGNIFIKANSI SILATURRAHMI DI ERA MODERN

DR. H. Hasan Basri, MA

 

"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan peliharalah hubungan kekeluargaan (silaturrahmi) Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 1)

Silaturahmi merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang sangat besar. Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan cenderung individualistik, menjaga hubungan kekeluargaan dan persaudaraan menjadi semakin penting. Artikel ini akan membahas urgensi silaturahmi serta landasannya dalam Al-Qur’an dan hadis.

 

A. Makna Silaturahmi

Secara bahasa, silaturahmi berasal dari kata shilah (menyambung) dan rahim (kekerabatan). Artinya, silaturahmi adalah upaya untuk menjaga, mempererat, dan menyambung hubungan kekeluargaan maupun persaudaraan, baik melalui kunjungan, komunikasi, maupun bantuan sosial.

 

B. Urgensi Silaturahmi dalam Kehidupan

 

1. Mempererat Persatuan dan Menghindari Perpecahan

Silaturahmi mampu mengikis konflik, kesalahpahaman, dan permusuhan. Hubungan yang terjaga dengan baik akan menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.

 

2. Mendatangkan Ketenangan Batin

Berinteraksi dengan keluarga dan kerabat memberikan rasa nyaman dan dukungan emosional. Hal ini sangat penting di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks.

 

3. Memperluas Rezeki dan Umur

Silaturahmi tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga diyakini membawa keberkahan dalam kehidupan, termasuk dalam hal rezeki dan umur.

 

4. Menguatkan Nilai Kepedulian Sosial

Dengan menjaga hubungan, seseorang akan lebih peka terhadap kondisi orang lain dan terdorong untuk saling membantu.

 

Allah SWT berfirman:

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan.” (QS. An-Nisa: 1)

Ayat ini menegaskan bahwa menjaga hubungan kekeluargaan (silaturahmi) merupakan perintah langsung dari Allah SWT, sejajar dengan perintah untuk bertakwa kepada-Nya.

Selain itu:

“Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” (QS. Muhammad: 22)

Ayat ini menunjukkan bahwa memutus silaturahmi adalah perbuatan tercela yang dapat merusak tatanan kehidupan.

 

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini secara jelas menyebutkan manfaat langsung dari silaturahmi, yaitu keberkahan dalam rezeki dan umur.

 

Dalam hadis lain ditegaskan:

 

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan betapa seriusnya larangan memutus hubungan kekeluargaan dalam Islam.

 

C. Tantangan di Era Modern

Di era digital, interaksi langsung sering tergantikan oleh komunikasi virtual. Kesibukan, jarak, dan perbedaan pandangan juga menjadi tantangan dalam menjaga silaturahmi. Namun, teknologi sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk tetap terhubung, seperti melalui pesan, panggilan video, atau media sosial.

 

D. Penutup

Silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan perintah agama yang memiliki dampak luas, baik secara spiritual maupun sosial. Dengan menjaga silaturahmi, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menciptakan kehidupan yang lebih harmonis dan penuh keberkahan. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk terus berupaya menjaga dan mempererat hubungan dengan keluarga dan sesama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar