SIGNIFIKANSI
SILATURRAHMI DI ERA MODERN
DR. H. Hasan
Basri, MA
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah
menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan
pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan
laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan
nama-Nya kamu saling meminta dan peliharalah hubungan kekeluargaan
(silaturrahmi) Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu." (QS. An-Nisa'
4: Ayat 1)
Silaturahmi merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang
tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang sangat
besar. Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan cenderung individualistik,
menjaga hubungan kekeluargaan dan persaudaraan menjadi semakin penting. Artikel
ini akan membahas urgensi silaturahmi serta landasannya dalam Al-Qur’an dan
hadis.
A. Makna Silaturahmi
Secara bahasa, silaturahmi berasal dari kata shilah (menyambung)
dan rahim (kekerabatan). Artinya, silaturahmi adalah upaya untuk menjaga,
mempererat, dan menyambung hubungan kekeluargaan maupun persaudaraan, baik
melalui kunjungan, komunikasi, maupun bantuan sosial.
B. Urgensi Silaturahmi dalam Kehidupan
1. Mempererat Persatuan dan Menghindari Perpecahan
Silaturahmi mampu mengikis konflik, kesalahpahaman, dan permusuhan.
Hubungan yang terjaga dengan baik akan menciptakan masyarakat yang harmonis dan
saling mendukung.
2. Mendatangkan Ketenangan Batin
Berinteraksi dengan keluarga dan kerabat memberikan rasa nyaman dan
dukungan emosional. Hal ini sangat penting di tengah tekanan hidup yang semakin
kompleks.
3. Memperluas Rezeki dan Umur
Silaturahmi tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga diyakini
membawa keberkahan dalam kehidupan, termasuk dalam hal rezeki dan umur.
4. Menguatkan Nilai Kepedulian Sosial
Dengan menjaga hubungan, seseorang akan lebih peka terhadap kondisi
orang lain dan terdorong untuk saling membantu.
Allah SWT berfirman:
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling
meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan.” (QS. An-Nisa:
1)
Ayat ini menegaskan bahwa menjaga hubungan kekeluargaan
(silaturahmi) merupakan perintah langsung dari Allah SWT, sejajar dengan
perintah untuk bertakwa kepada-Nya.
Selain itu:
“Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan
di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” (QS. Muhammad:
22)
Ayat ini menunjukkan bahwa memutus silaturahmi adalah perbuatan
tercela yang dapat merusak tatanan kehidupan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan
umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari
dan Muslim)
Hadis ini secara jelas menyebutkan manfaat langsung dari
silaturahmi, yaitu keberkahan dalam rezeki dan umur.
Dalam hadis lain ditegaskan:
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi.” (HR. Bukhari
dan Muslim)
Ini menunjukkan betapa seriusnya larangan memutus hubungan
kekeluargaan dalam Islam.
C. Tantangan di Era Modern
Di era digital, interaksi langsung sering tergantikan oleh
komunikasi virtual. Kesibukan, jarak, dan perbedaan pandangan juga menjadi
tantangan dalam menjaga silaturahmi. Namun, teknologi sebenarnya bisa
dimanfaatkan sebagai sarana untuk tetap terhubung, seperti melalui pesan,
panggilan video, atau media sosial.
D. Penutup
Silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan perintah agama
yang memiliki dampak luas, baik secara spiritual maupun sosial. Dengan menjaga
silaturahmi, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga
menciptakan kehidupan yang lebih harmonis dan penuh keberkahan. Oleh karena
itu, penting bagi setiap individu untuk terus berupaya menjaga dan mempererat
hubungan dengan keluarga dan sesama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar